Press the Word

press this

Memanfaatkan Celah Point to Point

Semakin buuanyaknya penggunaan frekuensi 2,4 Ghz, semakin crowded juga traffic wireless diangkasa. ditambah lagi yang pake power segede gaban! wah bener bener ngga tau etika..

Point-to-point jarak 5km ajah udah susah banget! mau maen power, malu sama yang diatas; maen di 5ghz, malu sama yang kuasa; ya sudah maen polarisasi antenna ajah sama jenis/mode radio yang dipake.

Pertama maenkan polarisasi antena. banyak sekali yang pake polarisasi horizontal buuanyak pula yang pake polarisasi vertical, bahkan banyak juga yang pake penyebar (omni/sektoral) polarisasinya vertical. menambah kacau lalulintas frekuensi 2,4Ghz. Wuah klo bisa keliatan pake mata pasti langitnya ngga biru lagi. Nah polarisasi diagonal blom banyak yang pake. Survey lokasi sambil jalan-jalan pake motor, blom banyak pang pake diagonal. mungkin dianggap aneh, hehe..

Kedua maenkan access pointnya. aku pilih fulbond, bukan access point – access point client. Tapi pake mode interbuilding (ngga banyak dipake juga). tentang channel; US: 11, ETSI: 13, Japan: 14, France: 4, Spain 2 trus pilih yang Japan bisa 14 channel 2484 Mhz (channel 14 juga ngga banyak dipake). selesai itu coba pilih antena A atau B atau diversity (pilih aja yang signalnya paling gede).

naik ke atas, rakit antenna+access point. bantuan GPS+handy talky diterjunkan, pointing kanan kiri. “kanan! kiri dikit!!! balik lagii!! masih putus-putus!! mulai rapet!! tahan-tahan..!!! signal strengh 98%!!!”, suara HT dari bawah. “OK, copy that. aku turun”.

Misi Selesai..!! Wuahh senangnya klo pointing bisa berhasil. ping sana sini, test bandwidth dapet sekitar 4Mbps. Ok!

Sampe sekarang ngga ada gangguan interferensi dll, amin…

Advertisements

April 16, 2008 Posted by | 1 | Leave a comment

Listrik off, Genset on, Listrik on (lagi), lha koq MCB jeglek??

Sesuai dengan judulnya. Listrik mati, Genset otomatis langsung hidup. semua lancar, permasalahan terjadi ketika listrik mulai hidup lagi. semua MCB koq jadi njeglek!?

Diurai permasalahannya satu persatu, angkatan tidak melonjak, beban tidak bertambah, nah trus kenapa MCB bisa njeglek? ternyata ketika listrik mati, (disengaja mati oleh PLN, bukan karena travo meleduk dll) ketika dinyalakan lagi, mereka menambah voltage untuk mengantisipasi angkatan yang sangat besar. Seketika itu juga voltage menjadi drop karena angkatan yang sangat besar. Pantes ajah MCB yang mengarah ke Genset langsung njeglek!

Wah ini bahaya.. may day, may day.. bahaya is on the way

Trus gimana menghindari lonjakan/drop voltage tersebut?? dipasanglah timmer. Perburuan dilanjutkan ke toko listrik. didapat timmer yang lumayan bagus. bisa diset menit, detik, jam. ketika arus terputus dan tersambung lagi, timmer ini akan menahan beberapa waktu (saya set 10menit) menunggu kira-kira listrik benar2 stabil.

Timmer dibungkus plastik trus dibawa pulang, ndak lupa minta nota kambek tacik-e.

Instalasi dimulai, permasalahan baru timbul. menurut petunjuk manual, timmer hanya mampu max 5A padalah arus yang dibutuhkan sekitar 20A. waduh gimana neeh?? datang lagi ke toko listrik-nya tacik-e. “Cik timmer ini cuma buat 5A padalah aku butuhnya 20A”, tanyaku. “oh itu tok pasangno mbek kontaktor, yang 20A, yang 100A juga ada”, jawab tacik-e. ok kontaktor dibeli. fungsinya persis seperti relay, hanya dia kapasitas Ampere-nya besar dan “trigger”-nya pake arus ac.

dirakit, dipasang timmer dengan kontaktor, wah trus box-nya pake apa yah?? kebetulan ada bekas power supply nganggung. ya udah dipake itu aja. selesai.

nah ngetestnya gimana neh? wah nunggu PLN mematikan listriknya secara sengaja..

April 16, 2008 Posted by | 1 | 9 Comments

Simple Plan

planning-nya mo mengambil alat yang udah ngga kepake, as simple as that.

survey lokasi dilakukan. holly $@#tt !! situasi menjadi complicated (cinca laura mode: on) tower triangle bengkok (stage ke4 dari 8 stage) dihantam kerangka atap yang terbang karena angin kencang, spanner paling bawah putus semua. tidak memungkinkan untuk dipanjat.

bengkok

keputusan harus segera diambil mengingat keadaan tower yang semakin buruk. klo tidak akan memperparah keadaan. akhirnya didatangkanlah ahli tower. “pak, misinya adalah untuk menurunkan alat, bukan memperbaiki tower”. ok! tower diperkuat sementara, spanner disambung lalu disetel ulang.

span screw

spanner sudah clear, dirasa cukup kuat untuk dipanjat. mulailah memanjat untuk memperkuat bagian tower yang bengkok parah. karena sementara, tower di”pen” pake bambu.

disopaki

pemasangan “pen” selesai, dilanjutkan naik ke atas untuk mencopot semua alat yang ada. proses pencopotan tidak ada masalah juga ketika menurunkannya. karena alat yang diturunkan ada sekitar 5 biji plus beberapa kabel maka diturunkan pake tali yang cukup kuat

on top penurunan

semua alat dan antenna sudah diturunkan.. dua buah antenna rootena, dua biji senao accespoint, satu biji antenna grid 2,4Ghz, satu bijji antenna 5,7Ghz, sebuah routerboard wrap, dan lampu tower.

setelah diturunkan

setelah alat dites beberapa kali, masing running well semua. ok mission accomplish!

March 5, 2008 Posted by | 1 | Leave a comment