Press the Word

press this

UTP vs STP

Pemasangan kabel utp untuk keperluan outdoor memang maksa banget. tapi namanya indonesia, yg katanya banyak orang kreatif, yaa tetep ajah dipasang. hasilnya, ya ngga ada bedanya, truput tetep sama, ping juga ngga pengaruh. pengaruhnya baru kelihatan setelah 5 tahunan. kabel UTP yg dipaksa buat outdoor menjadi (orang jawa bilang) meprel. retak retak dan mudah patah. wah ini bahaya!

Dulunya hanya untuk percobaan dan main main saja, seiring waktu, main mainnya malah menjadi keterusan. dan tingkat urgensinya menjadi semakin tinggi. sekarang sudah bukan saatnya untuk coba coba lagi. lalu diputuskna untuk mengganti kabel UTP dengan kabel STP.

Perbedaan paling besar dari kabel UTP dan STP ini adalah pada material kabel dan bahan pembungkus kabel. pada UTP, material logam maupun isolator lebih lunak pun material pembungkusnya juga lunak. berbeda dengan UTP, STP material logamnya lebih keras dan secara ukuran lebih besar sedikit. isolatornya pun lebih keras. sehingga waktu proses crimping, tangan sampai lecet-lecet. istimewanya adalah material pembungkusnya, pertama terdapat pembungkus plastik bening tipis. kedua alumunium foil dan ada satu kawat yang fungsinya untuk ground. paling luar lapisan pembungkus mirip dengan UTP, tetapi lebih tebal dan lebih liat, warnanya pun bukan abu-abu tetapi putih.

bukan hanya masalah kabel, konektornya pun berbeda dengan UTP. konektornya berlapis logam sebagai konektor ground. harganya pun sekitar 10x lipat harga konektor UTP. untuk lebih mbois, pake jacket. selain mbois/keren juga mencegah air/ kelembapan masuk lewat celah konektor yg berakibat mempercepat korosi.

sambungan STP pun berbeda dengan sambungan kabel UTP. sambungan kabel (I connector) ini memakai lapisan logam sebagai penerus ground. diluarnya terdapat jacket untuk melindungi sambungan dari cuaca.

Pemasangan selesai, test sana sini, ping sana sini, ok! at least kabel mampu bertahan lebih dari 5 tahun.

Advertisements

July 14, 2008 Posted by | network | 3 Comments

HDD Router Badsector, Nginstall Lagi yoo..

userpass

akibat sering direset “kasar”. hardisk yang kena!
huh, instal lagee.. repot lagee.. nyetting lagee..
pertama yaa bongkar komp untuk ganti hardisk+pasang cd-rom.

bongkar router

HDD+cd-rom detek di bios, ok. boot dari cd-rom, mulailah pilih paket install. biasa saja paket standart yang dipilih.
ngga sampe 5 menit install selesai! reboot, trus setting IP di tiap interface, ether1 dan ether2, setting gateway, setting dns primary+secondary, nge-NAT ip-ether1 ke ether2.

setting coba browsing
ping sana-sini, pasang ke network, ping dari pc client, ok. test browsing–>> online!!
senangnya hatiku.. hehehee..

secara fungsi, sudah sah disebut sebagai router. lha tapi gimana dengan webproxy, cache, bandwidth monitor, bandwidth management, mrtg, scheduler, nge-block spam, nge-block content2 tertentu, dll?? kita bahas selanjutnya klo udah ada gambarnya.

badsector

oh yaa ini HDD yang badsector, besok lagi jangan pake maxtor (aku ngga bilang jelek loh)

March 27, 2008 Posted by | network | Leave a comment

Kontigensi Listrik BTS

martabak

aturan kebutuhan energi listrik untuk sebuah BTS adalah; dilarang mati!

koneksi terputus gara-gara listrik PLN mati, haram hukumnya. masih sama dengan topik sebelumnya hanya lebih sederhana dan semuanya manual, satuan daya-nya pun juga lebih kecill.

jaringan listrik di negeri kita memang sering putus. entah kehabisan energi, atau travo meledak karena kebanyakan beban, atau dll. banyak yang nyolong seh!

paling gampang pasang genset, trus beli listrik dari gardu listrik yang bereda! keren yah. kebetulan BTS ini punya dua sumber listrik dari dua travo PLN yang berbeda. tambah genset lagi. sepp!!

genset martabak

trus gabunginnya gimana? paling gampang pake “cam starter” pasang dua biji, beri pengaman MCB. outputnya diolah oleh stavolt. keluar dari stavolt disambut UPS.

cam stavolt+ups

selesai, listrik1 mati maseh ada listrik2, listrik2 mati meseh ada genset. mangstabb!!

March 25, 2008 Posted by | network | 2 Comments

Engine Mounting Darurat

mounting black&white

Misih nyambung dengan masalah genset. ternyata ada faktor diluar teknis kelistrikan yang luput dari perhitungan; polusi suara.

Permasalahan teknis genset sudah selesai, nah pada masa tugasnya -selama listrik PLN mati- banyak dikomplain oleh warga lingkungan. suaranya mendengung keras sekali dilantai paling bawah (padahal genset diletakkan di dak lantai 4). lantai 2 dan 3 tidak ada suara. begitupun di ruang sebelah genset diletakkan. Aneh……?!?!

diselidiki satu persatu. genset dihidupkan, suara cukup silent, diruang sebelah tidak terdengar, dibawahnya tidak juga, berarti ini bukan masalah suara(mesin/knalpot). lah trus suara apa..?? tersangkanya adalah getaran mesin, posisi genset berada persis disamping cor konstruksi gedung. mustinya harus ada engine mounting yang meredam getaran mesin agar tidak serta-merta diteruskan ke rangka konstruksi gedung.

pencarian engine mounting dilakukan, cari info sana sini, ternyata genset tersebut tidak didisain untuk menggunakan engine mounting (tambahan) karena di dalam box silent tersebut sudah ada engine mountingnya. ditambah lagi, genset tersebut didisain untuk diletakkan dibawah bukan di atas dak! hehehe… solusinya bikin alas/karet yang berfungsi sebagai mounting tambahan. pencarian pindah ke toko karet, bukan ke toko genset.

didapatlah karet keset. tapi koq terlalu tipis yaa.. Modifikasi wajib dilakukan, karet dipotong2 trus ditumpuk agar lebih tebal. dikunci pake kawat agar tidak bergeser.

engine mounting

dipasang di bawah genset, ditest, dan benar suara berkurang drastis! genset bisa ber-disko darurat tanpa mengajak cor beton dibawahnya ikut berjoged. Masih mendengung tapi tidak dalam kategori mengganggu. misi selesai..

March 17, 2008 Posted by | network | Leave a comment

redundant backbone

earth station

well, masalah power sudah dianggap selesai. interuptible mendekati sempurna. nah sekarang gimana dengan network-nya sendiri? khususnya masalah backbone antar BTS maupun backbone dari satelit ke stasiun bumi. bagaimana dengan load-balance, bagaimana dengan fail over, bagaimana dengan backup server?

kita bahas selanjutnya..

February 27, 2008 Posted by | network | Leave a comment

back up power

sutet

Tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan akan listrik sudah tidak dapat ditawar lagi. Semua orang tidak dapat bekerja tanpa listrik. Cuaca yang tidak mendukung, curah hujan sangat tinggi ditambah layanan listrik dari PLN yang “byar-pet”. memaksa kita untuk membuat back-up power agar semua orang dapat bekerja dengan tenang dan yang jelas biar aku bisa tidur dengan nyenyak. zzZZzzz…zzZZzzz…

Rencana awal adalah membuat back-up power untuk server. Tepatnya rak server, isinya ada UPS APC5000, beberapa biji bladeserver, beberapa tumpuk NAS, dua monitor LCD, dan beberapa switch. Gampang! diukur kebutuhannya beli genset (type otomatis) yang powernya lebih gede, selesai masalah. Ok, langsung diukur saja kebutuhannya, (tang ampere diterjunkan, dari yang analog sampe yang digital; dari yang baru, barang seken sampe barang pinjeman) dapat angka 11A!

Mari belajar berhitung

11A . 220V= 2420VA sama juga dengan 2420watt. Plus antisipasi “angkatan” dan spare kapasitas diputuskan memilih genset dengan output 5kw. 5000watt>2420watt secara teori ngga masalah, lebih dari dua kali-nya. Tanya info disana-sini, nge-test sana-sini, akhirnya dapet juga genset merk EXXO diesel 5kw otomatis+silent. Lumayan canggih, begitu listrik PLN mati dalam 5detik genset akan hidup sendiri, dan vice versa.

Genset dibawa pulang, trus diinstal seperti gambar dibawah..

Permasalahan pertama mulai terjadi. Setelah di test koq UPS (merk APC5000) ngga mau ngangkat yaa?? padalah di petunjuk manualnya cuma butuh 3750watt max! aneh..?!! Mulailah berteori lagi; kecurigaan pertama masalah instalasi ngga beres, kedua masalah kabel kurang gede (NYMHY 3×2.5), ketiga masalah otomatis yang error, atau yang terakhir masalah genset! Evaluasi demi evaluasi test sana-sini, tang ampere (ngga cuma satu), multitester berbagai merk digital maupun analog semua dikerahkan. Kesimpulannya tidak ada yang error. berarti ini masalah output genset yang tidak sesuai dengan speknya!

Tokonya menipu!

Dateng ke toko dengan muka garang!, dijelaskan dengan detail masalahnya; ok saya kirim teknisi untuk mengecek. teknisi pertama datang, hasilnya; ohh ini gensetnya tidak normal. tidak ada gejala kelebihan beban tapi tidak kuat ngangkat. Saya kembali lagi ke toko untuk meminta pertanggung jawaban. “Ok genset saya replace”, lebih dulu ditest disini dengan beban maksimal. genset dibebani dengan mesin potong “cut-off” 3500watt + gerinda 1500watt; total 5000watt dan genset enteng-enteng saja.

Genset di replace..

Ditest lagi seperti test diawal tulisan ini. lohh koq tetep ngga ngangkat?? aneh..?!!(untuk yang kedua kalinya) Antara teori dan praktek koq beda?? Balik lagi ke tokonya, dapat solusi berguna; 1.coba test dengan stavolt, 2.coba cari info ke vendor UPS (APC), 3.coba dengan ups merk laen 4.coba dengan genset 10kva!

Test pertama, pake stavolt 6kva, hasilnya: nihil! test kedua +test ketiga bareng, hasilnya dengan ups merk lain koq bisa running normal?? ternyata(jawaban APC langsung diemail dari APC.com) APC punya semacam alat untuk mendetek power, apabila menggunakan genset, minimal 1,5x 5000watt (minimal 7500watt) harus dicapai oleh genset untuk bisa diteruskan. walaupun sebenarnya kebutuhannya hanya 2420 watt!!! alatnya terlalu canggih!

walah memutar otak lagee….

setelah berdebat dan berteori, dimunculkan beberapa formula “modifikasi” instalasi genset;

1. Mengganti UPS dengan merk selain APC. Opsi pertama merk ICA3200va. setelah dilihat dan dipelajari ternyata ada jeda waktu selama 4ms sesaat setelah listrik mati. untuk penggunaan wajar ngga masalah, lah ini penggunaannya ngga wajar (extra sensitif device) selain itu, UPS APC-nya jadi mubazir ngga dipake.

Opsi ini untuk opsi terakhir kalau opsi laennya gagal.

2. Memodifikasi UPS APC listrik dari genset tidak untuk menyuplai UPS tapi untuk men-charge battery-nya saja. Gambar attach…. vendor APC di-email lagi, gimana klo APC dimodifikasi spt gambar dibawah??

jawabannya: beresiko tinggi! akan terjadi overcharge, kemungkinan terburuk battery bisa meledak dan akan menggugurkan klaim garansi. wahh gawat..resiko terlalu tinggi.

2. Mempelajari server yang disuport oleh UPS tadi. hasilnya “power supply” server redundant! ada dua input listrik. coba ditest, kabel 1 dicabut ehh tetep idup. kabel 1 ditancepin lagi trus kabel 2 dicabut loh tetep hidup juga. bagaikan mendapat seberkas cahaya dimalam gelap gulita. rencana disusun lagi dengan bekal ilmu redundant power supply spt dibawah ini

redundant

test lagi, lagi lagi test “it works!!”

nah sekarang ada opsi lagi untuk menambah satu lagi ups(bukan merk APC rencananya merk ICA) agar rencana redundant power ini semakin sempurna.

February 15, 2008 Posted by | network | 14 Comments